REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan potensi gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, menjadi ancaman bagi ketahanan energi Indonesia. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi, Indonesia perlu mengantisipasi risiko pasokan global yang dapat mengganggu perekonomian nasional.
Wakil Presiden Senior sekaligus Kepala Bidang Geopolitik dan Urusan Internasional S&P Global Energy, Carlos Pascual, mengatakan, Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan yang merasakan dampak besar dari gangguan di Selat Hormuz. Hal itu tidak terlepas dari ketergantungan historis kawasan terhadap komoditas energi dari Timur Tengah.