Liputan6.com, Jakarta - yang melanda di semakin menjadi sorotan setelah Sentral mengambil alih pengelolaan bank digital tersebut. Langkah ini berdampak pada sekitar 3 juta nasabah yang kesulitan mengakses rekening mereka.
Di tengah upaya penanganan krisis, kejaksaan juga memerintahkan penahanan delapan eksekutif Ueno Bank, termasuk Presiden Juan Manuel Gustale dan pendirinya, Miguel Vázquez.
Bank Sentral Paraguay memutuskan mengambil alih Ueno Bank melalui mekanisme resolusi setelah kondisi keuangan bank memburuk. Keputusan tersebut disetujui secara bulat oleh dewan Bank Sentral.
Dikutip dari Los Angeles Times, Kamis (5/11/2026), regulator menjelaskan, rasio solvabilitas Ueno Bank merosot hingga kurang dari setengah batas minimum yang diwajibkan undang-undang. Rasio ini menunjukkan kemampuan modal bank dalam menanggung risiko dari aset yang dimilikinya.
Ueno Bank memiliki sekitar 3 juta nasabah atau setara 60 persen dari populasi dewasa Paraguay. Selain mengelola simpanan masyarakat, bank tersebut juga mengelola dana publik senilai US$ 800 juta hingga US$ 850 juta.
Bank Sentral Ambil Alih, Simpanan Nasabah Dijamin
Pengambilalihan Ueno Bank dilakukan untuk melindungi simpanan nasabah sekaligus mencegah krisis meluas ke bank lain. Melalui mekanisme resolusi, regulator dapat memindahkan simpanan nasabah ke bank yang lebih sehat sebelum aset bank bermasalah dilikuidasi untuk membayar kewajiban kepada kreditur.
Bank Sentral Paraguay menegaskan persoalan Ueno Bank tidak memengaruhi keseluruhan sistem keuangan negara tersebut.
Regulator juga menjanjikan perlindungan simpanan hingga 228 juta guarani Paraguay atau sekitar US$ 38.000 per nasabah. Berdasarkan perkiraan awal, sekitar 97 persen nasabah memiliki simpanan yang sepenuhnya tercakup dalam batas penjaminan tersebut.
Sementara itu, nasabah dengan simpanan di atas batas jaminan masih harus menunggu hasil proses resolusi dan kemungkinan likuidasi bank.
Di tengah krisis tersebut, Presiden Bank Sentral Carlos Carvallo mengumumkan telah menandatangani surat pengunduran diri. Namun, dia tetap menjalankan tugas sementara untuk mengawasi proses pengambilalihan.
"Bank Sentral membutuhkan ketenangan agar dapat menjalankan tugasnya," kata Carvallo.
Delapan Eksekutif Ueno Bank Diperintahkan Ditahan
Persoalan Ueno Bank kemudian berkembang ke ranah hukum. Kejaksaan Paraguay memerintahkan penahanan delapan orang yang terkait dengan bank tersebut. Mereka termasuk Presiden Ueno Bank Juan Manuel Gustale dan pendirinya, Miguel Vázquez.
Perintah penahanan ini muncul di tengah penyelidikan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan bank. Sebelumnya, Bank Sentral mengungkapkan telah menemukan persoalan dalam penyaluran pinjaman Ueno kepada perusahaan yang memiliki hubungan dengan pemilik bank.
Praktik pemberian pinjaman kepada perusahaan terafiliasi menjadi perhatian regulator karena berpotensi membuat pemilik bank mengarahkan dana nasabah untuk membiayai kepentingan bisnisnya sendiri.
Carlos Carvallo mengatakan pemeriksaan lebih mendalam menemukan dugaan penyimpangan yang lebih serius. Bank Sentral berencana melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
Selain mengambil alih pengelolaan bank, regulator juga akan memeriksa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas memburuknya kondisi Ueno Bank. Pemerintah Paraguay turut menyiapkan langkah untuk melindungi aset bank dan kepentingan para nasabah.