Hiburan

Kronologi Email Betrand Peto Diduga Diretas Orang Terdekat

Kronologi Email Betrand Peto Diduga Diretas Orang Terdekat
Jakarta, CNN Indonesia

Kasus dugaan akses ilegal data pribadi terhadap email penyanyi bergulir di Polda Metro Jaya setelah  selaku orang tua melaporkan perkara tersebut pada 11 Oktober 2026.

Semua bermula saat Ruben melaporkan alamat email [email protected] terkait akses ilegal dan peretasan email Betrand yang terjadi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 10 Oktober 2026.

Setelah Ruben Onsu dan Betrand Peto menjalani pemeriksaan oleh penyidik, mereka mengklaim pelaku dugaan akses ilegal terhadap email Betrand merupakan orang terdekat penyanyi yang akrab disapa Onyo tersebut.

Kuasa hukum Onyo, Timothy Ezra Simanjuntak, mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku yang disebut sosok orang terdekat, tanpa mendetailkan lebih lanjut.

"Terlapor sudah ada. Kita akan melaporkan yang pasti kata kuncinya adalah orang terdekat. Baik orang terdekat itu punya saudara lagi, itu orang terdekat itu lah yang dilaporkan," ujar Ezra pada Selasa (3/11).

"Yang perlu dipahami adalah, ini diakses oleh orang terdekat. Mesti dipahami itu ya. Diakses oleh orang terdekat, yang mana tidak mempunyai kewenangan terhadap email tersebut," kata Ezra.

Dalam perkara tersebut, Ezra turut menyoroti dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan KUHP mengenai akses tanpa hak terhadap sistem elektronik milik orang lain.

Ia menjelaskan dugaan akses ilegal itu terungkap setelah pihaknya menelusuri proses verifikasi email Betrand. Menurut Ezra, terdapat sejumlah kejanggalan dalam sistem verifikasi yang digunakan.

"Di waktu saat berita acara klarifikasi, itu kan ada handphone. Dimasukkan email, sudah jadi, ada double verification. Dan itu seharusnya diketahui, double verification-nya pakai email apa," paparnya.

"Nah, yang berjalan tiba-tiba itu tidak diketahui email verifikasi one-step atau two-step verification-nya. Nah, itu yang baru diketahui oleh klien kami," kata Ezra.

Setelah dilakukan penelusuran, pihak Betrand menemukan dua alamat email yang diduga berkaitan dengan akses ilegal terhadap akun email penyanyi tersebut. Pihaknya pun masih mengkaji temuan dua email tersebut.

"Ketika data-data yang lain tiba-tiba terambil, nah email siapa yang nyangkut? Ada orang yang masuk, siapa? Ya, yang kita pahami hanya satu email, ternyata ada dua emailnya," lanjutnya.

Sementara itu, Ezra menduga bahwa peretasan sudah terjadi selama beberapa bulan sebelumnya.

"Mungkin dari beberapa bulan. Baru dipahami sekarang, baru dipahami kok pas bocor baru dicek-cek," kata Ezra seperti diberitakan detikHot pada Selasa (3/11).

"Sempat ada notifikasi masuk, mungkin klien kami menganggap itu tidak masalah. Ternyata sudah banyak notifikasi untuk autentikasi verifikasi yang kedua, tapi klien kami baru paham setelah datanya bocor," lanjutnya.

Ezra mengatakan pihaknya juga memperkirakan pemilik email dalam laporan tersebut akan diperiksa penyidik dalam satu hingga dua pekan mendatang. Dalam perkara tersebut, Ruben sebelumnya melaporkan alamat email [email protected].

"Pastinya mungkin satu sampai dua minggu ke depan," ujarnya.

Dugaan akses ilegal oleh akun email [email protected] mencuat setelah Betrand mencari tahu bahwa ternyata data akun miliknya ada keterkaitan dengan email tersebut.

"Oleh karena itu, dia melakukan pengecekan, siapa orang terakhir yang masuk ke dalam datanya di. Dari situ semuanya terungkap," tuturnya.

"Bahwa ternyata selama ini data akunnya itu ada keterkaitan atau keterpautan dengan email yang tadi disebutkan sebagai email yang patut diduga meretas dan kami laporkan," ujar pengacara Ruben, Minola Sebayang pada Selasa (13/10).

Dugaan peretasan email tersebut diduga membuat video-video pribadi Betrand saat nongkrong bersama teman-temannya tersebar di media sosial.

Ezra mengatakan gegara kejadian tersebut, kliennya mengalami kerugian yang sejauh ini bersifat imateriel.