JAKARTA — Fenerbahce mengakhiri penantian hampir dua dekade untuk kembali meraih kemenangan di Liga Champions. Tak sekadar menang, Sarı Kanaryalar (Kenari Kuning) melakukannya dengan cara istimewa, yakni menaklukkan Liverpool 3-2 setelah dua kali tertinggal.
Hasil ini membuat pelatih Dirk Kuyt bangga. Sebab, anak asuhnya mampu membuktikan bahwa keyakinan dan semangat pantang menyerah bisa menumbangkan salah satu raksasa Eropa.
Fenerbahce tampil dengan intensitas tinggi di hadapan pendukung sendiri di Fenerbahce Sukru Saracoglu Spor Kompleksi, Istanbul, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Pada akhirnya, tim asuhan Dirk Kuyt berhasil mengepak kemenangan pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/2027.
Ini menjadi momen bersejarah bagi klub yang terakhir kali menang di kompetisi tersebut 18 tahun silam. Kala itu, Kenari Kuning menaklukkan Chelsea 2-1 pada leg pertama perempat final Liga Champions yang berlangsung 2 April 2008.
Liverpool lebih dahulu memimpin melalui gol Nyoni pada menit ke-25. Namun, keunggulan tim tamu hanya bertahan empat menit setelah Mason Greenwood menyamakan kedudukan pada menit ke-29. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Persaingan semakin ketat pada babak kedua. Liverpool kembali unggul melalui Isak pada menit ke-69, tetapi Fenerbahce menunjukkan respons cepat. Brown mencetak gol penyeimbang pada menit ke-73.
Vedat Muriqi akhirnya memastikan kemenangan tuan rumah enam menit kemudian. Skor 3-2 bertahan hingga pertandingan usai.