Nasional

Mengapa seseorang mengigau saat tidur? Ini 6 penyebabnya

Mengapa seseorang mengigau saat tidur? Ini 6 penyebabnya

Jakarta (ANTARA) - Mengigau saat tidur merupakan kondisi ketika seseorang mengeluarkan suara, berbicara, tertawa, bergumam, atau bahkan berteriak tanpa disadari. Perilaku ini sering kali baru diketahui setelah orang lain yang tidur di dekatnya mendengar atau melihat kejadian tersebut.

Dalam istilah medis, mengigau dikenal sebagai sleep talking atau somniloquy. Kondisi ini termasuk kelompok parasomnia, yaitu perilaku atau pengalaman yang tidak biasa ketika seseorang sedang tidur. Mengigau dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa dan umumnya tidak berbahaya.

Meski demikian, kebiasaan mengigau yang terlalu sering, disertai gerakan tubuh berlebihan, atau mengganggu kualitas tidur perlu diperhatikan. Kondisi tersebut terkadang berkaitan dengan gangguan tidur lainnya.

Lantas, apa penyebab seseorang mengigau saat tidur dan kapan kondisi ini perlu diperiksakan?

Penyebab seseorang mengigau saat tidur

Mengigau dapat terjadi dalam berbagai tahap tidur, baik saat tidur non-REM maupun REM. Seseorang bisa mengeluarkan kata-kata yang jelas, berbicara tidak beraturan, hingga hanya bergumam tanpa membentuk kalimat.

Berikut beberapa faktor yang dapat berkaitan dengan kebiasaan mengigau.

1. Kurang tidur

Kurangnya waktu istirahat dapat mengganggu pola tidur dan meningkatkan kemungkinan munculnya perilaku parasomnia, termasuk mengigau.

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang sering tidur larut malam, memiliki jadwal tidur tidak teratur, atau mengalami gangguan yang membuat waktu istirahat berkurang.

Memperbaiki jadwal tidur dan mencukupi kebutuhan istirahat dapat membantu mengurangi faktor pemicu tersebut.

2. Stres dan kecemasan

Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, hingga kecemasan berlebihan dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang.

Ketika pikiran terus aktif menjelang waktu tidur, seseorang mungkin mengalami tidur yang kurang teratur atau lebih sering terbangun. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya perilaku mengigau pada sebagian orang.

Namun, stres bukan satu-satunya penyebab. Mengigau juga dapat terjadi pada orang yang tidak sedang mengalami tekanan emosional.

3. Demam atau kondisi tubuh sedang sakit

Demam dan kondisi tubuh yang sedang mengalami gangguan kesehatan dapat memengaruhi pola tidur. Perubahan kondisi tubuh tersebut dapat memicu tidur yang tidak teratur dan meningkatkan kemungkinan munculnya perilaku tertentu saat tidur.

Pada sebagian orang, mengigau dapat muncul ketika sedang sakit, terutama jika disertai gangguan istirahat pada malam hari.

Jika seseorang mengalami kebingungan ketika sudah terbangun, bukan sekadar berbicara saat tidur, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan masalah kesehatan lain.

4. Konsumsi alkohol dan zat tertentu

Konsumsi alkohol dapat mengganggu struktur dan kualitas tidur. Akibatnya, pola tidur menjadi tidak stabil dan dapat memicu berbagai perilaku yang berkaitan dengan parasomnia.

Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi aktivitas tidur. Karena itu, seseorang yang mulai sering mengigau setelah menggunakan obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Jangan menghentikan obat yang diresepkan tanpa arahan tenaga medis.

5. Faktor keturunan

Kebiasaan mengigau juga dapat ditemukan pada beberapa anggota keluarga. Faktor genetik diduga berperan dalam kecenderungan seseorang mengalami perilaku parasomnia.

Artinya, seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat mengigau atau gangguan tidur tertentu mungkin memiliki kecenderungan serupa.

Meski begitu, faktor keturunan bukan berarti seseorang pasti akan mengalami kondisi tersebut.

6. Gangguan tidur lainnya

Mengigau terkadang muncul bersamaan dengan gangguan tidur lain, seperti berjalan saat tidur (sleepwalking) atau gangguan perilaku tidur REM (REM sleep behavior disorder).

Pada gangguan perilaku tidur REM, seseorang dapat berbicara, berteriak, menendang, memukul, atau melakukan gerakan lain seolah-olah sedang mengikuti mimpinya.

Kondisi tersebut berbeda dari mengigau biasa karena dapat melibatkan gerakan fisik yang berisiko mencederai diri sendiri maupun orang lain.

Apakah mengigau saat tidur berbahaya?

Mengigau sesekali umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Sebagian besar kasus tidak membutuhkan pengobatan khusus selama tidak disertai gangguan tidur lain atau perilaku yang membahayakan.

Sebuah kajian epidemiologi yang dirujuk dalam klasifikasi gangguan tidur American Academy of Sleep Medicine mencatat bahwa prevalensi mengigau sepanjang hidup mencapai sekitar 66 persen. Sementara itu, sekitar 17 persen responden dilaporkan mengalami mengigau dalam tiga bulan sebelum penelitian.

Angka tersebut menunjukkan bahwa mengigau bukanlah fenomena yang jarang terjadi. Namun, frekuensi dan tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang.

Hal lain yang perlu diketahui, perkataan seseorang ketika mengigau tidak selalu mencerminkan isi mimpi, ingatan, atau rahasia yang sebenarnya ingin disampaikan. Penelitian mengenai perilaku tidur belum menunjukkan bahwa isi pembicaraan saat mengigau dapat dijadikan gambaran akurat mengenai pikiran seseorang ketika terjaga.

Cara mengurangi kebiasaan mengigau saat tidur

Tidak semua kebiasaan mengigau membutuhkan penanganan medis. Namun, sejumlah langkah berikut dapat membantu menjaga kualitas tidur dan mengurangi faktor pemicunya.

1. Terapkan jadwal tidur teratur

Biasakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari agar pola istirahat lebih konsisten.

2. Cukupi kebutuhan tidur

Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Sementara itu, kebutuhan tidur anak berbeda sesuai kelompok usianya.

3. Kelola stres sebelum tidur

Lakukan aktivitas yang menenangkan, seperti membaca buku, meditasi ringan, atau latihan pernapasan untuk membantu tubuh lebih rileks.

4. Batasi konsumsi alkohol

Alkohol dapat mengganggu kualitas tidur dan memicu perilaku tidur yang tidak biasa.

5. Kurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur

Hindari kebiasaan menggunakan ponsel terlalu lama ketika sudah memasuki waktu istirahat.

6. Ciptakan suasana kamar yang nyaman

Pastikan kamar memiliki pencahayaan, suhu, dan tingkat kebisingan yang mendukung tidur berkualitas.

7. Catat frekuensi mengigau

Jika kebiasaan tersebut sering terjadi, catat waktu kemunculan, durasi, dan perilaku lain yang menyertainya. Informasi ini dapat membantu dokter melakukan pemeriksaan.

Kapan kebiasaan mengigau perlu diperiksakan?

Meskipun umumnya tidak berbahaya, mengigau yang terjadi secara berulang atau semakin parah sebaiknya tidak diabaikan.

Seseorang disarankan berkonsultasi dengan dokter apabila kebiasaan mengigau disertai beberapa kondisi berikut.

- Mengigau hampir setiap malam dan mengganggu waktu istirahat.
- Berteriak, menendang, memukul, atau melakukan gerakan fisik berlebihan saat tidur.
- Berjalan atau melakukan aktivitas lain tanpa kesadaran.
- Mengalami kantuk berlebihan pada siang hari meskipun sudah tidur cukup.
- Mendadak sering mengigau ketika sudah dewasa, terutama jika disertai gejala baru lainnya.
- Mengalami cedera atau berisiko mencederai orang lain ketika tidur.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dan pola tidur untuk mencari kemungkinan penyebabnya. Jika diperlukan, pemeriksaan tidur atau polysomnography dapat dilakukan untuk memantau aktivitas tubuh selama seseorang beristirahat.

Pemeriksaan tersebut membantu tenaga medis membedakan mengigau biasa dengan gangguan tidur lain yang membutuhkan penanganan khusus.

Mengigau saat tidur merupakan perilaku yang dapat dialami anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat berkaitan dengan kurang tidur, stres, demam, konsumsi alkohol, faktor keturunan, maupun gangguan tidur tertentu.

Meski begitu, kebiasaan mengigau yang disertai gerakan fisik berlebihan, cedera, atau gangguan istirahat sebaiknya diperiksa lebih lanjut. Menjaga jadwal tidur teratur dan menciptakan lingkungan istirahat yang nyaman dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kualitas tidur.