Guru harus membimbing mereka agar tidak terjebak dalam hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif. Bermedia sosial juga harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila
Jakarta (ANTARA) - MPR RI mengajak para guru untuk mengambil peran strategis sebagai garda terdepan dalam menanamkan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan tantangan era digital.
Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Sonny T. Danaparamita dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menegaskan guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun karakter dan membentuk kepribadian generasi penerus bangsa.
"Tugas guru, selain menyampaikan ilmu pengetahuan, juga menanamkan nilai moral, etika, serta semangat kebangsaan," katanya. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama PGRI Kota Denpasar, Bali, Jumat (6/11).
Sonny menekankan guru merupakan benteng pertama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda di tengah tantangan global, disrupsi teknologi dan perubahan zaman.
Pada kegiatan yang diikuti ratusan guru dari berbagai sekolah di Kota Denpasar itu hadir lima anggota MPR RI sebagai narasumber.
Sonny menambahkan agenda sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman dan penghayatan para pendidik terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika, agar dapat ditanamkan kepada peserta didik.
Pada kesempatan yang sama Anggota MPR Abraham Liyanto menyoroti pentingnya melestarikan kekayaan bahasa daerah dan kebudayaan nasional yang jumlahnya mencapai ribuan.
Menurutnya, guru bertugas memastikan anak-anak mengenal dan bangga terhadap budaya sendiri sebelum mengenal budaya luar.
"Indonesia memiliki lebih dari 2.500 bahasa daerah dan ribuan kebudayaan. Tugas guru adalah memastikan anak-anak mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya sendiri," katanya.
Sementara itu isu kesejahteraan pendidik disuarakan oleh Anggota MPR RI Wihadi Wijanto. Ia menyampaikan MPR RI terus mendorong agar kesejahteraan guru mendapat perhatian serius dari negara mengingat besarnya peran mereka dalam menentukan masa depan bangsa.
Apresiasi terhadap dedikasi para pendidik juga disampaikan oleh Anggota MPR RI Amirul Tamim. Ia menyatakan keberhasilan pembangunan karakter bangsa tidak terlepas dari ketulusan para guru yang membimbing dan memberikan keteladanan di ruang-ruang kelas.
Menutup sesi paparan materi Anggota MPR RI Ahmad Labib mengingatkan pentingnya pengawasan dan bimbingan guru terhadap aktivitas digital peserta didik agar terhindar dari penyebaran hoaks serta ujaran kebencian.
"Anak-anak kita saat ini hidup di dunia digital. Guru harus membimbing mereka agar tidak terjebak dalam hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif. Bermedia sosial juga harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila," ucap Ahmad Labib.