REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar edukasi cerdas mengelola keuangan bagi warga di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan finansial guna mewujudkan kesejahteraan dan menghindari jeratan layanan keuangan ilegal.
Kepala OJK Wilayah Sulut-Gorontalo, Robert Sianipar, menegaskan bahwa kecerdasan dalam mengelola keuangan merupakan keterampilan krusial yang harus dimiliki masyarakat. Ia berharap melalui kegiatan ini tidak ada lagi warga yang menjadi korban penipuan investasi ilegal maupun terlilit pinjaman online (pinjol) ilegal.
"Cerdas keuangan merupakan salah satu keterampilan yang penting dimiliki untuk menuju masyarakat sejahtera," ujar Robert Sianipar di Manado, Minggu.
Hindari Rentenir dan Lembaga Ilegal
Dalam kesempatan tersebut, OJK mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan produk dan layanan dari lembaga jasa keuangan formal yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Robert meminta warga untuk tidak tergiur dengan tawaran dari tengkulak atau rentenir yang beroperasi secara ilegal.
"Jangan pergi ke tengkulak atau rentenir. Intinya jangan pergi ke yang ilegal-ilegal, karena lembaga keuangan formal sudah banyak. Kenali, pahami, dan lindungi diri dalam bertransaksi," tegasnya.
Modus Penipuan Marak, Emak-emak Jadi Korban
Anggota Komisi XI DPR RI, Hillary Brigita Lasut, menyoroti maraknya modus penipuan di bidang keuangan yang menyasar warga Sulut, terutama kalangan emak-emak. Ia mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait masalah pinjaman online ilegal.
“Saya banyak terima keluhan dari masyarakat terkait urusan penipuan keuangan. Paling banyak soal pinjol sudah lunas tapi masih ditagih dengan ancaman pula,” kata Hillary.
Hillary menekankan bahwa masih banyak warga Sulawesi Utara yang membutuhkan dukungan dan edukasi agar lebih memahami risiko di sektor keuangan. Ia berharap peserta yang mengikuti edukasi ini dapat lebih waspada terhadap tawaran investasi maupun pinjaman dengan iming-iming keuntungan tinggi.
“Diharapkan warga yang hari ini mengikuti edukasi dari OJK, lebih waspada dan hati-hati terhadap tawaran-tawaran investasi maupun pinjaman dengan iming-iming tinggi,” pungkasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.