BANDUNG -- Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University Dadan Rahadian mengungkapkan masyarakat mulai menunjukkan perubahan pola konsumsi yang dikenal downgrade lifestyle di tengah ketidakpastian ekonomi. Ia menilai apabila perilaku tersebut berlangsung terus menerus akan berdampak negatif ke perekonomian nasional.
Ia menuturkan fenomena tersebut terlihat dari kebiasaan mengurangi belanja, membatasi makan di luar rumah, hingga beralih ke produk dengan harga yang lebih terjangkau. Dadan melihat itu sebagai respons rumah tangga dalam menyesuaikan kondisi keuangan.
Namun, ia mewanti-wanti perilaku berhemat yang dilakukan secara luas dan dalam waktu lama juga dapat membawa konsekuensi terhadap perekonomian. Ia mengaitkan fenomena ini dengan konsep paradox of thrift atau paradoks berhemat yang diperkenalkan oleh ekonom John Maynard Keynes.
Konsep tersebut, Dadan mengatakan penghematan merupakan keputusan rasional bagi individu. Akan tetapi ketika dilakukan secara bersamaan oleh sebagian besar masyarakat, pengeluaran yang berkurang dapat menekan pendapatan pihak lain.
“Dua orang bisa sama-sama berhenti makan di luar. Yang satu karena ingin menambah tabungan, sementara yang lain karena memang uangnya tidak cukup. Dari luar terlihat sama, tetapi maknanya sangat berbeda,” ucap dia, Kamis (5/11/2026).