Dimana akibat tanah longsor itu ada satu jiwa korban meninggal
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemerintah daerah (pemda) bersama tim gabungan masih berupaya membuka kembali akses transportasi darat yang lumpuh total akibat tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
"Pemda setempat berupaya keras untuk melaksanakan pembukaan akses jalan maupun jembatan yang sedang bermasalah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan di Jakarta, Kamis.
Meski tidak mudah, kata dia, pemerintah mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk mempercepat pembukaan akses transportasi sehingga aktivitas sosial ekonomi masyarakat setempat berjalan kembali.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB menerima laporan, longsor melanda wilayah Kecamatan Terangun - Putri Betung, Gayo Lues, setelah diguyur hujan intensitas deras Rabu (4/11).
Dampaknya arus lalu lintas dari Gayo Lues ke Aceh Barat Daya lumpuh total, bahkan jembatan penghubung yang terletak di Desa Agusen, Gayo Lues, ambruk hingga mengakibatkan jatuhnya satu korban jiwa.
"Dimana akibat tanah longsor itu ada satu jiwa korban meninggal. Tentu kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga, handai tolan, maupun seluruh warga yang terdampak tanah longsor ini," ucap Berton.
Selain menangani longsor di Gayo Lues, BNPB juga memaparkan perkembangan penanganan banjir di Kabupaten Aceh Selatan yang melanda dua kecamatan yakni Trumon Tengah dan Trumon, dengan catatan 222 keluarga terdampak.
Meskipun genangan air di wilayah permukiman, perkebunan, dan akses jalan terpantau mulai surut hingga sekitar 30 centimeter, pemda terus mengintensifkan pemantauan, asesmen, koordinasi lintas instansi, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
"BNPB juga terus menjalin koordinasi dengan pemda setempat. Memastikan kebutuhan warga terpenuhi dan mempercepat penanganan," kata Berton Panjaitan.