Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, meminta enam calon perbekel (kepala desa) menjaga suasana aman dan kondusif menjelang Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026 yang dijadwalkan pada 15 November.
"Kami meminta kepada seluruh calon perbekel untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai dalam berpolitik," kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan yang diterima di Mangupura, Rabu.
Berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT), jumlah pemilih pada Pilkel Badung 2026 mencapai 12.176 orang yang tersebar di 23 tempat pemungutan suara (TPS).
Rinciannya, Desa Munggu memiliki 5.874 pemilih di 10 TPS, Desa Baha sebanyak 3.171 pemilih di tujuh TPS, dan Desa Sobangan sebanyak 3.131 pemilih di enam TPS.
Pilkel serentak tersebut diikuti enam calon perbekel dari tiga desa. Desa Munggu diikuti I Kadek Indra Putra dan I Nyoman Alit Sugiarta.
Sementara itu, Desa Baha diikuti I Wayan Rusih dan I Kadek Erik Kuslawan, sedangkan Desa Sobangan diikuti I Wayan Karmita dan I Ketut Tirtayasa.
Adi Arnawa mengatakan para calon perbekel harus mampu menahan diri dan mengedepankan politik santun yang berlandaskan empat pilar kebangsaan untuk mencegah terjadinya gesekan selama tahapan pemilihan.
Menurut dia, sikap tersebut penting karena pemilihan merupakan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menentukan pemimpin sesuai pilihan masing-masing.
"Oleh karena itu, mari terus belajar berpolitik secara santun sebagai perwujudan demokrasi Pancasila yang berakar dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," katanya.
Ia berharap seluruh calon perbekel dapat menjadi teladan bagi masyarakat, menjaga kebersamaan, serta saling menghormati apa pun hasil pemilihan.
"Yang terpenting adalah bagaimana kami menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat. Jangan sampai karena perbedaan pilihan, hubungan persaudaraan yang selama ini telah terjalin dengan baik menjadi terganggu," kata Adi Arnawa.