Nasional

Pengangguran di Jakarta turun 12 ribu orang pada Agustus 2026

Pengangguran di Jakarta turun 12 ribu orang pada Agustus 2026

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis jumlah pengangguran di Jakarta pada Agustus 2026 mencapai 318 ribu orang, turun sebanyak 12 ribu orang dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Dari total 5,53 juta orang angkatan kerja, sebanyak 5,21 juta orang telah bekerja. Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 84 ribu orang dibandingkan pada Agustus 2025. Sementara sisa sebanyak 318 ribu orang masih tercatat menganggur.

"Jumlah pengangguran ini mengalami penurunan sebanyak 12 ribu orang," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Kamis.

BPS juga mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta pada Agustus 2026 sebesar 5,75 persen, turun sebesar 0,30 persen dibandingkan Agustus 2025. Angka 5,75 persen ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat lima hingga enam orang pengangguran.

Adapun pada Agustus 2026, TPT laki-laki sebesar 6,15 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 5,12 persen. Walaupun begitu, TPT laki-laki dan perempuan turun masing-masing 0,06 persen dan 0,67 persen jika dibandingkan Agustus 2025.

Berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, TPT Agustus 2026 mempunyai pola berbeda dengan Agustus 2025. Pada Agustus 2026, TPT tamatan SMA kejuruan merupakan yang tertinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 6,35 persen. TPT terendah terjadi pada tamatan Diploma I/II/III sebesar 4,59 persen.

Sedangkan pada Agustus 2025, TPT tertinggi terjadi pada tamatan SMA umum dan terendah pada tamatan SD ke bawah.

Tangkapan layar - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Kamis (5/11/2026). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Pada Agustus 2026, TPT tamatan SMP tercatat sebesar 6,15 persen, TPT SMA umum sebesar 5,97 persen, TPT SD ke bawah sebesar 5,59 persen, dan TPT Universitas sebesar 4,69 persen.

Dibandingkan Agustus 2025, peningkatan TPT terjadi pada tamatan SD ke bawah dan SMP, masing-masing naik sebesar 2,76 persen poin dan 1,02 persen poin. TPT mengalami penurunan pada tamatan lainnya. Penurunan TPT terbesar pada tamatan universitas yaitu turun 1,42 persen poin.

Lebih lanjut, bila dibandingkan menurut wilayah kota/kabupaten, Kepulauan Seribu mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi yaitu sebesar 7,58 persen, turun dibandingkan bulan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 7,71 persen.

Sementara itu, Jakarta Selatan merupakan wilayah dengan tingkat pengangguran terbuka terendah yaitu sebesar 4,88 persen atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,09 persen.

Penurunan TPT juga terjadi di wilayah lainnya. Kota Jakarta Timur mencatat TPT sebesar 6,48 persen, turun dari 6,78 persen pada bulan Agustus 2025.

Kemudian Jakarta Pusat mengalami penurunan dari 6,09 persen menjadi 5,75 persen. TPT di Jakarta Barat turun dari 6,02 persen menjadi 5,67 persen. Sedangkan Jakarta Utara turun dari 6,02 persen menjadi 5,68 persen.

Kadarmanto mengatakan, secara keseluruhan, penurunan TPT di seluruh kabupaten/ kota menunjukkan adanya perbaikan kondisi ketenagakerjaan di DKI Jakarta pada bulan Agustus tahun 2026 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

"Meskipun demikian kesenjangan tingkat pengangguran antarwilayah masih terlihat dengan Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki TPT tertinggi dan Kota Jakarta Selatan memiliki tingkat pengangguran terbuka terendah," katanya.