Nasional

Pengangguran terbuka turun tipis 0,09 persen pada Agustus 2026

Pengangguran terbuka turun tipis 0,09 persen pada Agustus 2026

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 turun tipis 0,09 persen poin dibandingkan dengan Agustus tahun 2025 (year-on-year/yoy).

“Pada bulan Agustus 2026 terdapat sebanyak 7,38 juta penganggur atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,75 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan Agustus tahun 2025,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Edy mengatakan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka ini mayoritas terjadi pada pekerja perempuan yaitu 4,93 persen, atau meningkat 0,09 persen dibandingkan Agustus 2025. Sementara, TPT menurut jenis kelamin laki-laki adalah sebesar 4,64 persen pada Agustus tahun ini.

“Secara umum, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2026 sebesar 4,75 persen, atau sekitar 5 dari 100 orang angkatan kerja merupakan penganggur,” kata Edy.

Adapun secara umum, BPS mencatat jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2026 sebanyak 155,37 juta orang, naik 1,366 juta orang dibanding Agustus 2025.

Dari angka tersebut, sebanyak 147,986 juta orang di antaranya bekerja, atau tumbuh 1,443 juta orang sepanjang periode Agustus 2025-Agustus 2026.

Lebih lanjut, dari angka tersebut, 99,847 juta orang di antaranya merupakan pekerja penuh. Sementara, pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran masing-masing sebanyak 35,295 juta orang dan 12,844 juta orang.

Adapun menurut BPS, Pekerja Penuh adalah mereka yang bekerja minimal selama 35 jam seminggu.

Sementara, Pekerja Paruh Waktu adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, tetapi tidak mencari pekerjaan dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain.

Di sisi lain, penjelasan Setengah Pengangguran menurut BPS adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, dan masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan.