Nasional

Polres Situbondo ajak seluruh elemen siaga bencana hidrometerologi

Polres Situbondo ajak seluruh elemen siaga bencana hidrometerologi
Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini melalui deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan

Situbondo (ANTARA) - Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

"Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini melalui deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan, koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait juga penting agar perkembangan cuaca serta potensi ancaman dapat diketahui lebih awal," kata Kapolres Bayu, saat memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorolog, di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Rabu.

Menurut dia, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, seluruh unsur harus memperkuat koordinasi dan memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta memahami tugas masing-masing, sehingga dapat bergerak cepat dan tepat ketika terjadi keadaan darurat.

Bayu meminta seluruh unsur memastikan kesiapan kendaraan operasional, peralatan evakuasi dan kebutuhan logistik, dan kesiapan teknis, penyampaian informasi serta imbauan kepada masyarakat perlu ditingkatkan, agar warga memahami potensi ancaman dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

Dia menegaskan kecepatan respons harus diimbangi dengan penanganan yang profesional dan humanis, tidak hanya berfokus pada evakuasi dan penyaluran bantuan, tetapi juga pendampingan masyarakat terdampak hingga pemulihan infrastruktur serta kondisi sosial ekonomi warga.

"Utamakan keselamatan masyarakat dan berikan pelayanan dengan penuh empati, setiap tahapan penanganan, baik sebelum, saat, maupun setelah bencana harus dilaksanakan sesuai prosedur dan terus dievaluasi. Sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, relawan, dan masyarakat menjadi kunci penanganan berjalan efektif," kata AKBP Bayu.

Apel kesiapsiagaan itu, diikuti sekitar 250 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan dan berbagai instansi terkait.

Kegiatan itu sebagai bentuk kesiapan bersama dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, sekaligus memastikan personel dan sarana pendukung penanganan bencana siap dikerahkan sewaktu-waktu.