Nasional

Rektor ITS dukung prestasi mahasiswa di bidang golf

Rektor ITS dukung prestasi mahasiswa di bidang golf
Kami dengan senang hati akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi

Surabaya (ANTARA) - Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof. Bambang Pramujati mendukung pengembangan prestasi mahasiswa di bidang olahraga golf melalui penyediaan fasilitas latihan dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

"Kami dengan senang hati akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi. Kami juga akan memberikan afirmasi agar mahasiswa yang mengikuti kompetisi seperti PON, agar tetap bisa mengembangkan karier olahraganya," kata Prof. Bambang saat pembukaan Jotosen Metafora Golf Tournament 2026, di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu.

Menurut dia, mahasiswa yang harus fokus menjalani latihan dapat memperoleh penyesuaian perkuliahan, termasuk menonaktifkan sementara kegiatan akademik agar tidak menghambat perkembangan karier olahraga mereka.

"Kalau memang mereka harus berlaga di PON, tentunya ada afirmasi yang harus kita berikan. Misalnya saat mereka harus fokus latihan, maka kuliahnya bisa di-off-kan sementara," ucapnya.

Selain pembinaan atlet, kata dia, ITS juga mendorong pengembangan minat olahraga golf melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM) Golf yang telah berdiri sekitar dua hingga tiga tahun terakhir.

Menurut dia, golf tidak lagi menjadi olahraga eksklusif karena semakin dapat diterima berbagai kalangan, sekaligus menjadi sarana untuk membangun komunikasi, menjalin relasi, dan memperluas jaringan kerja sama.

Oleh karena itu, untuk mendukung kegiatan tersebut, ITS tengah menyiapkan pembangunan fasilitas driving range di lingkungan kampus.

"Kalau lahannya sebenarnya sudah siap. Kami sedang mencari dan ingin bekerja sama dengan alumni atau mitra yang bersedia berinvestasi ke sana," ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan yang diiluti 540 peserta dan rutin diselenggarakan Ikatan Alumni (IKA) ITS menjadi salah satu sarana mempertemukan alumni ITS dan berbagai perguruan tinggi untuk memperluas jejaring serta membangun kolaborasi.

"Kami berharap kegiatan ini terus berkembang karena jumlah pesertanya dari tahun ke tahun semakin banyak, hanya saja kapasitas lapangan yang tersedia masih terbatas sehingga jumlah peserta harus kami batasi," ujarnya.