Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Searah Ketapang II Ltd. memperkuat pengembangan sejumlah lapangan minyak dan gas bumi (migas) di Jawa Timur guna menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Pimpinan Komunikasi Searah Ketapang II Ltd. Nabil Aswad M Hatta mengatakan perusahaan berkomitmen menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan potensi aset, serta mengembangkan sumber daya migas secara bertanggung jawab.
"Dengan pengalaman dan fondasi operasional yang telah terbangun, kami berkomitmen menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan potensi aset, serta mendukung ketahanan energi melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab," katanya dalam kegiatan media engagement di Surabaya, Rabu.
Di Jawa Timur, perusahaan mengelola Wilayah Kerja Ketapang dan North Ketapang dengan kegiatan yang mencakup produksi, pengembangan lapangan, hingga eksplorasi untuk meningkatkan potensi pasokan migas.
Salah satu aset yang telah berproduksi adalah Lapangan Bukit Tua di Wilayah Kerja Ketapang yang mulai beroperasi sejak 2015 dan menjadi bagian dari pasokan energi bagi Jawa Timur selama lebih dari satu dekade.
Optimalisasi lapangan tersebut berlanjut melalui pengeboran sumur NZ3 yang dimulai pada September 2026 dengan target produksi gas pada tahun ini.
Selain itu, perusahaan mengembangkan Lapangan Bukit Panjang yang telah memperoleh persetujuan Keputusan Investasi Akhir (FID) pada April 2026 dan memasuki tahap fabrikasi fasilitas produksi sejak Juni 2026.
Saat ini, proyek itu sedang menjalani pekerjaan rekayasa, pengadaan, konstruksi, instalasi, dan komisioning (EPCIC) dengan target produksi perdana pada 2028 serta perkiraan kapasitas puncak mencapai 50 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Sementara itu, kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja North Ketapang juga menunjukkan potensi melalui penemuan hidrokarbon dari pengeboran sumur Barokah-1 pada Februari 2026 yang menjadi dasar evaluasi pengembangan sumber daya lebih lanjut.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa Febrian Ihsan mengatakan keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan migas diperlukan untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong kontribusi ekonomi dan sosial bagi daerah.
"Keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan perlu didukung koordinasi yang baik antara perusahaan, SKK Migas, pemerintah daerah, masyarakat, dan media agar kegiatan operasi berjalan aman dan bertanggung jawab," ujarnya.
Sebagai informasi, Searah Ketapang II Ltd. merupakan perusahaan energi independen hasil usaha patungan antara PETRONAS dan Eni yang berdiri pada 1 Juni 2026 dengan PC Ketapang II Ltd.