- Film animasi "The Cat in the Hat" tayang 4 November 2026, adaptasi buku Dr. Seuss.
- Si Kucing harus menghibur anak-anak tanpa kekacauan untuk selamatkan pekerjaannya.
- Film ini edukatif, visual menarik, dan didukung pengisi suara Hollywood ternama.
Liputan6.com, Jakarta - merilis animasi 3D terbarunya yang berjudul The Cat in the Hat yang dijadwalkan tayang di Tanah Air pada Rabu, (4/11/2026). Film ini merupakan adaptasi dari buku klasik karya dengan judul yang sama yang sudah dipublikasikan pada 1957.
Ceritanya berawal dari karakter Kucing yang memiliki tugas untuk menghibur anak-anak. Meskipun selalu berhasil mewarnai kembali hidup anak-anak dengan senyuman, ketidaksempurnaan senantiasa hadir. Kekacauan selalu terjadi setiap kali si Kucing menghibur anak-anak.
Karena kekacauan itu, si Kucing terancam kehilangan pekerjaannya dan juga topi ajaibnya. Bosnya yang bernama Mr. Hoogeboom akhirnya memberinya satu kesempatan terakhir, si Kucing harus sukses membuktikan bahwa dirinya bisa membuat anak-anak ceria tanpa membuat satu pun kekacauan.
Tugas yang diberikan Mr. Hoogeboom bukan main-main, ia sengaja memilih dan memberi kasus yang paling sulit untuk dikerjakan Kucing yakni menghibur anak yang murung.
Menghibur Gabby dan Sebastian yang Murung
Di sisi lain, ada seorang anak perempuan bernama Gabby dan juga adik laki-lakinya bernama Sebastian yang sedang murung, sedih, dan kecewa karena harus pindah ke tempat yang baru dengan situasi dan kondisi yang asing bagi mereka.
Kucing harus bisa mengembalikan senyuman dan tawa mereka. Namun tentunya hal ini tidak mudah mengingat Gabby dan Sebastian adalah kasus tersulit di I.I.I.I. (Institut for the Institution of Imagination and Inspiration, LLC).
Dapatkah Kucing membuktikan kebolehannya atau mungkin malah gagal menghibur mereka? Saksikan segera di bioskop Indonesia.
Review Singkat The Cat in the Hat
Film ini menjadi film anak-anak sekaligus keluarga terbaru yang tayang di Indonesia. Dari segi cerita, film ini sangat menggelitik para penonton karena kejenakaan dan humor si Kucing.
Ceritanya tak hanya sebatas menghibur, tetapi juga terdapat pelajaran dan fun fact mengenai pengetahuan yang tentunya bisa mengedukasi anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
Tak hanya itu, alasan lain experience menonton The Cat in the Hat jadi sangat berkesan adalah karena animasi yang top serta pemilihan warna yang menjadi magnet visual tersendiri sehingga tidak bosan dan antusias untuk menatap setiap detail adegan.
Setelah nonton The Cat in the Hat di bioskop, jangan buru-buru pulang dulu. Ada beberapa animasi si Kucing setelah credit tayang yang pastinya sayang jika terlewat.
Pengisi Suara The Cat in the Hat
Kualitas pengisi suara dari karakter-karakter penting di film animasi ini juga tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, Warner Bros menggandeng deretan nama papan atas Hollywood untuk menghidupkan animasi
Karakter utama yakni The Cat in the Hat yang jenaka diisi oleh Bill Hader, sedangkan karakter Gabby diisi oleh Xochitl Gomez.
Selain itu, terdapat juga Giancarlo Esposito yang mengisi suara Mr. Hoogeboom, Quinta brunson yang mengisi suara Sherri HR, Tiago Martinez yang mengisi suara Sebastian, serta Matt Berry yang mengisi suara Waffles si ikan mas.