Nasional

Standar Manajemen Mutu Jadi Penentu Kualitas Audit Laporan Keuangan

Standar Manajemen Mutu Jadi Penentu Kualitas Audit Laporan Keuangan

JAKARTA -- Kualitas audit laporan keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor dan kredibilitas perusahaan. Kompleksitas risiko bisnis serta tuntutan tata kelola yang semakin ketat membuat kantor akuntan publik perlu memastikan standar manajemen mutu diterapkan secara konsisten.

Sistem Manajemen Mutu 1 dan 2 menjadi salah satu kerangka yang digunakan kantor akuntan publik untuk mengelola kualitas setiap perikatan audit. Standar tersebut mencakup pengendalian internal, etika profesi, independensi auditor, hingga evaluasi hasil pekerjaan.

KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan, bagian dari BDO di Indonesia, menyatakan memperkuat penerapan sistem manajemen mutu dalam setiap perikatan audit. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga konsistensi prosedur audit sekaligus memastikan independensi dan integritas profesi.

Partner Audit KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan, Susanto Bong, mengatakan penerapan standar mutu diperlukan untuk menghadapi dinamika risiko audit yang semakin kompleks.

“Kualitas dan integritas adalah fondasi paling mendasar dari seluruh layanan kami di BDO. Dengan menerapkan Standar Manajemen Mutu 1 & 2 yang proaktif dan terukur, kami memastikan seluruh prosedur audit dijalankan sesuai standar professional, independen, dan relevan dengan mengelola dan mencapai mutu pada dinamika risiko audit yang semakin kompleks," kata Susanto dalam keterangan tertulis, Ahad (8/11/2026).

Penerapan standar tersebut mencakup evaluasi tata kelola internal, penegakan etika profesi, peninjauan kualitas secara bertahap, serta penerapan skeptisisme profesional oleh tim audit. Proses ini juga mengacu pada Standar Audit 220 yang mengatur tanggung jawab auditor atas manajemen mutu dalam audit laporan keuangan.

Kualitas audit tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga konsistensi penerapan standar dan independensi auditor dalam menilai laporan keuangan. Karena itu, penguatan manajemen mutu di kantor akuntan publik turut berperan dalam menjaga kredibilitas informasi keuangan yang menjadi dasar pengambilan keputusan investor dan pemangku kepentingan.