Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Tm SAR gabungan kembali melakukan pencarian dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Semeru di Desa Ranu Pani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada hari kedua operasi pencarian, Minggu.
"Operasi SAR diawali dengan brifing pada pukul 06.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembagian Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran di sejumlah jalur pendakian Gunung Semeru," kata On Scene Coordinator (OSC) atau Koordinator Tim Pencarian, S Jefriyanzah Putra Pratama, di Lumajang.
Pencarian dibagi menjadi beberapa sektor yakni SRU I melakukan penyisiran dari Gerbang Pendakian Gunung Semeru di Ranu Pani menuju Ranu Kumbolo dengan estimasi waktu tempuh empat jam yang sudah bergerak sejak hari pertama pencarian pada Sabtu (7/11).
Hari ini, SRU II melakukan penyisiran dimulai dari Ranu Pani melalui Ayak-ayak dengan tujuan ke Kalimati.
Selanjutnya, kedua SRU melaksanakan penyisiran dari Kalimati menuju kawasan puncak dengan estimasi waktu tempuh enam jam.
"Kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah," katanya.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan operasi pencarian dua pendaki tersebut melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD Kabupaten Lumajang, Pos Pengamatan Gunung Semeru, pemandu pendakian terdaftar, TNI-Polri, potensi SAR, serta masyarakat setempat dengan jumlah sekitar 50 personel.
Untuk mendukung operasi, tim mengerahkan kendaraan operasional, drone thermal, peralatan mountaineering, jungle rescue, medis, evakuasi, serta alat komunikasi.
Pihak Kantor SAR Banyuwangi bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
Pihaknya berharap, kedua pendaki dapat segera ditemukan.
Sebanyak dua pendaki berinisial BKW (19) berasal dari Kabupaten Sidoarjo dan MWF (19) berasal dari Kota Surabaya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Semeru pada Sabtu (7/11). Kedua pendaki tersebut diduga melakukan pendakian tanpa melalui prosedur perizinan resmi yang berlaku.