Jakarta (ANTARA) - TNI AD membuka suara soal insiden yang berujung tewasnya seorang warga di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11).
Dalam keterangan pers resmi TNI AD yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, dijelaskan peristiwa itu bermula dari upaya penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lokasi tersebut
Menurut siaran pers itu, aparat TNI dan Polri sudah mengedepankan upaya persuasif dan humanis kepada penyelenggara acara sebelum akhirnya melakukan penertiban.
Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankan bendera.
Di sisi lain, TNI AD juga sedang mengantisipasi digelarnya kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, warga melakukan penolakan hingga akhirnya eskalasi konflik meningkat dan berujung aksi pelemparan batu.
Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.
"Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet," seperti dikutip siaran pers tersebut.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan.
Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka.
Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
"Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie," kutip siaran pers itu.
TNI AD pun menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih.
TNI AD memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.