Penjaga warung kelontong di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan bernama Fendi mengaku curiga dengan gerak-gerik AR (22), ayah tiri yang membunuh bayi 20 bulan di toilet umum. AR sempat berdalih bahwa anaknya masih hidup dan tengah dirawat.
Fendi mulanya mengungkapkan AR bersama istrinya JM (19) sempat tinggal di emperan seberang warungnya. Mereka tinggal selama dua malam. Kemudian pada Minggu (1/11) dini hari, Fendi melihat ada keramaian di depan warungnya. Warga lain berteriak korban meninggal.
"(Fendi) lagi tidur di belakang, pas rame di depan. 'Anaknya meninggal, anaknya meninggal', gitu kata orang-orang. Kabur deh bapaknya ke arah pasar, katanya mau ke puskesmas nyari rumah sakit terdekat nanya-nanya," kata Fendi saat ditemui di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026).
Fendi mengaku tak pernah melihat secara langsung korban disiksa. Dia hanya mendengar informasi dari warga yang nongkrong.
"Nggak, katanya dari sore disiksa apa katanya tapi nggak liat sendiri," ujarnya.
Fendi mengatakan, JM sempat meminta tolong orang yang tengah nongkrong di depan warungnya untuk mengecek nadi anaknya. Saat itu, diketahui korban telah meninggal dunia.
"Dia (JM) jam 1 (dini hari) juga nanyain ke orang-orang, anak saya masih hidup apa udah meninggal, gitu. Kalau ibunya. Orang yang pada ngopi, ngecek nadinya," ungkapnya.
Saat ramai orang, AR juga berada di sana. Fendi menuturkan AR terlihat panik lalu membawa anaknya pergi dari sana.
"Ada, panik apa pura-pura panik ya nggak tahu deh. Nanyain puskesmas terdekat sambil lari," ucapnya.
Keesokan paginya, AR kembali mendatangi emperan depan warung Fendi. AR hendak mengambil baju korban.
Fendi lalu menanyakan kondisi korban. AR berdalih korban masih hidup dan tengah dirawat di Puskesmas, namun Fendi tak percaya.
"Trus sama saya ditanyain kondisi anaknya. Katanya selamat, kata bapaknya. Selamat, lagi dirawat tahu di mana puskesmas apa gimana. Nggak percaya saya mah," ujarnya.
Fendi kemudian bergegas memanggil warga dan memberi tahu kenapa ketua RT setempat bahwa AR datang kembali. Warga kemudian mengamankan AR.
"Abis itu dipegangin, Pak RT dateng. Iya ditangkep sama orang. Kan nggak ngaku, orang nggak percaya anaknya dirawat, orang semalam udah kayak gitu (dingin tidak ada nadi)," jelasnya.
Sementara, JM datang kembali ke lokasi bersama polisi. Keduanya kemudian diamankan. Korban tewas pada Sabtu (31/10) malam. JM dan AR juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Setelah AR menenggelamkan korban, kedua pasangan suami istri itu kemudian membuang jasad korban di tanah kosong di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.