Politik

Wamen HAM sampaikan keprihatinan atas insiden di Pidie

Wamen HAM sampaikan keprihatinan atas insiden di Pidie

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kekerasan yang terjadi di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11) yang mengakibatkan korban jiwa dan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Kepada keluarga korban, ia menyampaikan belasungkawa dan berharap seluruh korban luka memperoleh penanganan medis yang baik.

Mugiyanto dalam keterangan di Jakarta, Kamis menekankan bahwa perbedaan pandangan terkait pengibaran bendera seharusnya tidak berujung pada tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan dan nyawa manusia.

Oleh karena itu, ia mendesak adanya penyelidikan mendalam mencakup dasar kewenangan tindakan aparat hingga dugaan penggunaan senjata api yang menimbulkan korban.

Ia mengharapkan penyelidikan yang transparan mampu mengungkap fakta kejadian secara utuh serta menjamin hak korban dan keluarganya untuk memperoleh keadilan dan pemulihan.

Mugiyanto mengingatkan bahwa perdamaian Aceh merupakan pencapaian penting yang wajib dijaga oleh seluruh pihak.

Menurutnya, setiap persoalan yang berkaitan dengan kekhususan Aceh termasuk penggunaan simbol-simbol daerah harus diselesaikan melalui jalur dialog dan mekanisme hukum yang menghormati semangat Perdamaian Helsinki.

Ia juga mengharapkan peristiwa di Pidie tersebut tidak menghidupkan kembali ketegangan maupun merusak kepercayaan masyarakat yang telah dibina sejak kesepakatan damai bergulir.

"Jangan sampai peristiwa ini menghidupkan kembali ketegangan dan merusak kepercayaan masyarakat yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf. Teuku Mustafa Kamal menyatakan kondisi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh kembali kondusif pasca bentrokan penertiban bendera bintang bulan pada Rabu (4/11).

"Kondisi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, secara umum telah kondusif," kata Mustafa dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Kamis.

Sebelumnya, penertiban bendera bintang bulan oleh personel TNI AD di Desa Pulo Keunari Kabupaten Pidie dalam rangkaian acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW memicu bentrokan dengan masyarakat setempat.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban, 13 orang mengalami luka-luka, dan satu orang meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada. Serta, enam personel TNI juga mengalami luka-luka.