Nasional

Dari Akar Rumput, 12 Inovasi Terbaik GBIC 2026 Siap Bawa Perubahan

Dari Akar Rumput, 12 Inovasi Terbaik GBIC 2026 Siap Bawa Perubahan
Dari Akar Rumput, 12 Inovasi Terbaik GBIC 2026 Siap Bawa Perubahan
Red: Edwin Dwi Putranto

Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara Nani Zulminarni memberikan paparan dalam konferensi pers Gaharu Bumi Innovation Challenge (GBIC) 2026 di Jakarta, Jumat (6/11/2026). Ashoka Indonesia mengumumkan 12 tim inovasi terbaik di GBIC 2026 yang terpilih dari 677 pendaftar di 21 provinsi. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Salah satu inovasi yang terpilih di kategori Keluarga adalah Timor Moringa dari Nusa Tenggara Timur. Inisiatif yang digagas Meybi Agnesya Lomanledo mengembangkan tanaman kelor sebagai sumber penghidupan berkelanjutan. Pengembangannya turut membuka peluang ekonomi bagi perempuan dan petani sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal dari NTT. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Di kategori Guru, terdapat Kelas Kreatif Berbasis Alam Papua yang digagas Refol Malimpu. Kebun sekolah dimanfaatkan sebagai ruang belajar untuk menghubungkan pendidikan, pertanian, dan keterampilan praktis bagi siswa. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Pada kategori Orang Muda, salah satu inisiatif yang terpilih adalah Buta Digital dari Jawa Timur. Digagas Moch Yugo Dwi Satriyo bersama Jamilah, inisiatif ini berangkat dari perhatian terhadap keterbatasan akses teknologi bagi penyandang disabilitas netra. Mereka berupaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian melalui pemanfaatan teknologi asistif. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Di kategori Komunitas, Hasna Mufidah mengembangkan Fantasi Tuli, sebuah inisiatif seni tari yang membuka ruang berekspresi dan berkarya bagi komunitas Tuli sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai bahasa isyarat. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Melalui GBIC 2026, Ashoka Indonesia berupaya memperluas dukungan dan kolaborasi bagi para pembaru sosial. Berbagai inovasi yang tumbuh dari keluarga, sekolah, dan komunitas diharapkan dapat berkembang serta memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

inline

JAKARTA -- Ashoka Indonesia menetapkan 12 tim inovasi terbaik dalam Gaharu Bumi Innovation Challenge (GBIC) 2026. Kedua belas tim tersebut terpilih dari 677 pendaftar yang berasal dari 250 kabupaten/kota di 21 provinsi. Pengumuman disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara Nani Zulminarni mengatakan, inovasi yang terpilih menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Berbagai inisiatif tersebut lahir dari kepedulian masyarakat dalam menjawab persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Kedua belas tim mewakili empat kategori, yakni Keluarga, Guru, Orang Muda, dan Komunitas. Inovasi yang dihadirkan beragam, mulai dari pelestarian sumber mata air, pengolahan limbah pertanian, pendidikan berbasis alam, hingga pengembangan teknologi bagi penyandang disabilitas.

Beberapa di antaranya adalah Kebon Tamantirto dari Bantul yang berupaya melindungi sumber mata air, SEMAI dari Sulawesi Selatan yang mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik, serta Buta Digital dari Jawa Timur yang mendorong akses teknologi bagi penyandang disabilitas netra.

Ada pula Fantasi Tuli yang membuka ruang berekspresi melalui seni tari bagi komunitas Tuli serta Ngawi Tekno yang mengenalkan sains dan robotika kepada anak-anak.

Melalui GBIC 2026, Ashoka berupaya mempertemukan para pembaru sosial dengan jejaring dan dukungan agar gagasan mereka dapat berkembang serta menjangkau lebih banyak masyarakat.

Beragam inisiatif tersebut menunjukkan bahwa solusi atas persoalan sosial dan lingkungan dapat tumbuh dari keluarga, sekolah, maupun komunitas. Perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama.

sumber : Republika
Berita Lainnya