JAKARTA -- Perkembangan teknologi rumah pintar atau smart home semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Berbagai perangkat elektronik kini dirancang untuk membantu pekerjaan rumah tangga, menjaga kualitas udara, hingga meningkatkan keamanan hunian melalui sistem yang dapat dikendalikan secara digital.
Xiaomi Indonesia menghadirkan enam perangkat rumah pintar yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Produk yang ditawarkan mencakup penyedot debu nirkabel, alat pembersih lantai basah dan kering, penjernih udara, hingga kamera pengawas dengan teknologi kecerdasan buatan.
Country Director Xiaomi Indonesia, Michael Feng, mengatakan bahwa perkembangan teknologi rumah pintar perlu diarahkan pada manfaat praktis yang dapat dirasakan pengguna. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan perangkat, tetapi juga kemampuannya membantu masyarakat menjalankan rutinitas secara lebih efisien.
"Smart home bukan lagi sekadar soal memiliki perangkat dengan teknologi canggih, tetapi bagaimana teknologi tersebut bisa benar-benar memberikan manfaat dalam keseharian. Mulai dari membantu membersihkan rumah dengan lebih efisien, menjaga kualitas udara, hingga memberikan rasa tenang saat kita sedang berada di luar rumah," ujar Michael dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa integrasi berbagai perangkat dalam satu ekosistem dapat memberikan pengalaman penggunaan yang lebih praktis. Teknologi tersebut diharapkan membantu masyarakat mengelola pekerjaan rumah sekaligus memberikan lebih banyak waktu untuk aktivitas bersama keluarga.
Teknologi Pembersih Rumah Semakin Berkembang
Salah satu kebutuhan rumah tangga yang menjadi perhatian produsen perangkat pintar adalah kebersihan lantai, furnitur, dan berbagai area yang sulit dijangkau. Perkembangan teknologi penyedot debu nirkabel memungkinkan pengguna membersihkan rumah tanpa selalu bergantung pada sambungan listrik langsung.
Untuk kebutuhan pembersihan harian, Xiaomi menawarkan Mijia Vacuum Cleaner 4 C dengan daya isap yang diklaim mencapai 170 air watt (AW). Perangkat tersebut dilengkapi dua pilihan kepala sikat, teknologi pengurang rambut tersangkut, serta lampu LED untuk membantu pengguna melihat debu pada area yang kurang mendapatkan pencahayaan.
Perusahaan menyebut baterai perangkat tersebut mampu digunakan hingga 75 menit dalam kondisi penggunaan tertentu. Kemampuan tersebut ditujukan untuk menunjang aktivitas membersihkan lantai dan perabot rumah tangga secara lebih fleksibel.
Sementara itu, Mijia Vacuum Cleaner 4 menawarkan daya isap hingga 230 AW dengan tiga pilihan kepala sikat. Perangkat ini memiliki daya tahan baterai yang diklaim mencapai 90 menit serta pipa fleksibel yang memungkinkan pengguna menjangkau bagian bawah furnitur tanpa harus terlalu sering membungkuk.
Untuk kebutuhan pembersihan yang lebih beragam, Xiaomi menyediakan Mijia Vacuum Cleaner 4 Pro dengan daya isap hingga 280 AW. Perangkat tersebut dilengkapi tujuh aksesori, fitur pendeteksi debu menggunakan cahaya biru bersudut lebar, serta sistem pendeteksi tingkat kotoran.
Menurut perusahaan, kombinasi aksesori dan fitur tersebut memungkinkan perangkat digunakan pada berbagai permukaan, termasuk lantai, karpet, sofa, kasur, tirai, dan rak. Daya tahan baterainya diklaim mencapai 90 menit, bergantung pada pengaturan dan kondisi penggunaan.
Pembersih Lantai Bisa Tangani Kotoran Basah
Inovasi perangkat kebersihan juga berkembang melalui teknologi yang menggabungkan kemampuan membersihkan kotoran kering dan basah. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu pengguna menangani debu, tumpahan minuman, dan berbagai jenis noda lantai menggunakan satu perangkat.
Melalui Mijia Wireless Wet Dry Vacuum 5 Pro, Xiaomi menawarkan alat pembersih dengan daya isap yang diklaim mencapai 26.000 pascal (Pa). Perangkat tersebut juga dilengkapi teknologi uap panas dengan suhu hingga 160 derajat Celsius untuk membantu proses pembersihan permukaan lantai.
Produk tersebut memiliki sistem pembersihan mandiri menggunakan air panas bersuhu hingga 100 derajat Celsius. Fitur ini dirancang untuk mengurangi pekerjaan pengguna ketika membersihkan bagian tertentu dari perangkat setelah digunakan.
Meski demikian, kemampuan pembersihan setiap perangkat tetap bergantung pada jenis permukaan, karakteristik kotoran, dan cara penggunaan. Klaim suhu, daya isap, serta daya tahan baterai merupakan spesifikasi yang disampaikan produsen dan tidak secara otomatis menunjukkan hasil yang sama dalam seluruh kondisi pemakaian.
Kualitas Udara Rumah Menjadi Perhatian
Selain kebersihan lantai dan furnitur, kualitas udara dalam ruangan menjadi aspek lain yang diperhatikan dalam pengembangan teknologi rumah pintar. Perangkat penjernih udara kini dilengkapi berbagai sistem filtrasi dan sensor untuk membantu pengguna memantau kondisi lingkungan dalam rumah.
Xiaomi menawarkan Mijia Smart Air Purifier 6 Plus yang dirancang untuk ruangan dengan luas hingga 91 meter persegi. Menurut perusahaan, perangkat tersebut mampu menyaring hingga 99,99 persen partikel tertentu, termasuk partikel halus dan debu, dalam kondisi pengujian yang ditetapkan produsen.
Perangkat tersebut juga dilengkapi modul ultraviolet-C atau UVC yang diklaim mampu mengurangi hingga 99,99 persen virus influenza H1N1 dalam pengujian selama satu jam. Selain itu, perusahaan menyebut teknologi filtrasinya telah melalui pengujian SGS untuk kemampuan mengurangi lebih dari 95 persen alergen tertentu, termasuk serbuk sari, tungau, dan spora jamur.
Klaim efektivitas tersebut perlu dipahami berdasarkan kondisi pengujian laboratorium dan tidak dapat langsung disamakan dengan hasil penggunaan pada setiap rumah. Kinerja penjernih udara dapat dipengaruhi ukuran ruangan, pertukaran udara, tingkat polusi, serta pemeliharaan filter.
Untuk mempermudah pemantauan, perangkat dilengkapi sistem Smart Air Quality Monitoring yang terhubung dengan aplikasi Xiaomi Home. Pengguna dapat memantau informasi kualitas udara melalui aplikasi tersebut sehingga pengoperasian perangkat menjadi lebih praktis.