Nasional

GP Ansor tanam 1.500 bibit pohon pada bekas karhutla di Sumsel

GP Ansor tanam 1.500 bibit pohon pada bekas karhutla di Sumsel

Jakarta (ANTARA) - Gerakan Pemuda Ansor melakukan penanaman 1.500 bibit pohon secara serentak di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) pasca-kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah pemulihan ekosistem hutan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin mengatakan lahan dan hutan yang terbakar harus menjadi lebih produktif bagi warga dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.

“Penanaman pohon ini perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian alam dan ekosistem hutan agar bisa segera pulih. Hutan dan lahan yang mempunyai kesinambungan dan berperan vital bagi kehidupan semua makhluk, termasuk manusia,” kata Addin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Addin mengatakan karhutla yang terjadi adalah bentuk pengingat agar manusia juga lebih arif menjaga hubungan dengan alam. Jangan sampai alam menjadi objek dari ego manusia baik didorong motif ekonomi atau lainnya.

“Alam adalah bagian dari kehidupan kita. Harus dijaga. Juga penting agar kita memiliki kesadaran bersama, bahwa tanpa keseimbangan alam, kehidupan manusia juga akan repot dan terganggu,” ucapnya.

Penanaman beberapa jenis bibit pohon seperti mahoni, merbau, tembesi, dan cengal, menjadi rangkaian acara Aksi Kemanusiaan Nasional Ansor dalam merespon bencana alam, kebakaran hutan, hingga kekeringan di sejumlah daerah.

Selain itu, GP Ansor juga membagikan sembako ke masyarakat terdampak, bersih-bersih sungai, hingga distribusi air bersih.

Addin berharap kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi aksi sesaat, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi tertentu, melainkan tanggung jawab bersama. Terlebih, GP Ansor sebagai organisasi sosial kepemudaan yang lahir dari rahim masyarakat harus senantiasa hadir, bergerak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.