Tangerang (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono menekankan pertanian harus diarahkan menjadi industri modern yang mampu menghasilkan produk secara efisien, berkelanjutan, dan memiliki daya saing.
"Untuk itu, pengembangan pertanian dan peternakan tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola produksi konvensional," kata Sudaryono pada acara Nusantara Livestock dan Poultry Expo 2026 di ICE BSD City Kabupaten Tangerang, Rabu.
Sudaryono optimistis jika pasar pertanian Indonesia akan mengalami perkembangan positif. Sudaryono menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan industri pertanian dalam negeri.
"Permintaan hasil pertanian akan meningkat setelah ada program Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Sudaryono.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan ketahanan pangan adalah kedaulatan ekonomi, keberlangsungan hidup petani dan peternak, serta kemampuan bangsa mengelola sumber daya dan teknologinya.
Untuk mencapai ketahanan pangan, Pemprov Banten terus meningkatkan sarana dan prasarana pertanian. Pada tahun 2025, Pemprov Banten berhasil membangun tujuh daerah irigasi sepanjang 6,90 kilometer. "Irigasi ini mampu mengairi 881,28 hektare. Sedangkan anggaran yang digelontorkan sebesar Rp48,91 miliar," kata Andra Soni.
Untuk upaya membangun ketahanan pangan, Pemprov Banten mendapat bantuan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Bantuan tersebut mampu membangun 12 daerah irigasi sepanjang 81,80 kilometer yang mampu melayani sekitar 9.259 hektare.
"Hasilnya, alhamdulillah, indeks layanan irigasi Banten meningkat dari 52,5 persen menjadi 62,45 persen," tutur Andra Soni.
Selain itu, untuk membangun ketahanan pangan dilakukan dengan membangun konektivitas dari sawah ke pasar.
Melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra merupakan infrastruktur ekonomi yang menekan biaya angkut, mempercepat distribusi, mengurangi kehilangan hasil dan meningkatkan posisi tawar petani.
"Pada tahun 2025, Pemprov Banten berhasil membangun 62 ruas jalan dan satu jembatan sepanjang 71 kilometer dan pada tahun 2026, dilanjutkan dengan membangun 33 ruas jalan desa sepanjang 46,71 kilometer," papar Andra Soni.