Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami pertumbuhan yang lebih cepat ketimbang nasional dengan selisih angka 0,12 poin pada tahun 2026.
"Indonesia hanya 0,91 persen pertumbuhannya, sedangkan NTB 1,03 persen. Lari IPM NTB lebih cepat daripada nasional," kata Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Kamis.
Wahyudin mengatakan indeks pembangunan manusia NTB sebesar 74,73 poin pada 2026. Angka itu meningkat 0,76 poin atau setara 1,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya memiliki nilai 73,97 poin.
Selama 2022 sampai 2026, imbuh dia, indeks pembangunan manusia NTB mengalami peningkatan rata-rata sebesar 1,07 persen per tahun.
Laju peningkatan IPM Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun ini terjadi pada semua dimensi berkat intervensi kebijakan pemerintah mulai dari umur lebih panjang dan hidup lebih sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2026 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 72,81 tahun atau meningkat 0,21 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.
Kemudian dimensi pengetahuan tercatat harapan lama sekolah (HLS) penduduk usia tujuh tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya dari 13,99 menjadi 14 tahun. Sedangkan, rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,30 tahun dari 8,21 tahun menjadi 8,51 tahun.
BPS menyebut jumlah anak putus sekolah di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 8,26 persen jika dibandingkan dengan posisi tahun 2025.