Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji penyesuaian target elektrifikasi angkutan umum perkotaan, termasuk mengusulkan target adopsi bus listrik sebesar 80 persen pada 2030.
Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Muiz Thohir mengatakan penyesuaian peta jalan (roadmap) target elektrifikasi angkutan umum perkotaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan tantangan yang dihadapi saat ini, termasuk kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam mendukung transisi menuju angkutan umum berbasis listrik.
"Kita coba mengusulkan revisi, kalau dulu di tahun 2030 itu 90 persen, sekarang mungkin sekitar 80 persen di 2030, kemudian 90 persen di 2040 dan 100 persen di 2045," kata Muiz di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, penyesuaian target tersebut merupakan bagian dari pembahasan roadmap elektrifikasi angkutan umum perkotaan bersama ITDP Indonesia, dengan mempertimbangkan situasi dan tantangan implementasi di berbagai daerah.
Selain membahas roadmap, Kementerian Perhubungan bersama ITDP juga tengah menyusun konsep rancangan Peraturan Presiden (Perpres) terkait elektrifikasi angkutan umum perkotaan. Muiz mengatakan pembahasan konsep regulasi tersebut secara internal ditargetkan rampung pada November 2026.
"Kalau kita bicara membuat peraturan mungkin prosesnya cukup panjang juga, tapi setidaknya konsep yang kita susun dengan teman-teman ITDP bisa selesai di bulan ini," ujarnya.
Muiz menambahkan, pembahasan mengenai substansi insentif untuk mendukung elektrifikasi angkutan umum juga masih berlangsung sehingga belum dapat disampaikan secara terbuka.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah bekerja sama dengan ITDP sejak 2023 dalam sejumlah kajian dan penyusunan kajian, rekomendasi, serta langkah awal penyusunan payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) guna mempercepat adopsi bus listrik untuk angkutan umum perkotaan.
Melalui kolaborasi tersebut, Kemenhub dan ITDP juga mengembangkan E-Bus Hub, platform digital yang menyediakan informasi persebaran bus listrik, referensi kebijakan, serta perangkat simulasi untuk membantu pemerintah daerah merencanakan implementasi bus listrik.