Politik

Padat Karya DLH Jakarta Serap Pekerja Usia 19 hingga 60 Tahun

Padat Karya DLH Jakarta Serap Pekerja Usia 19 hingga 60 Tahun
Jakarta -

Program Padat Karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta membuka kesempatan kerja bagi warga dari berbagai kelompok usia. Peserta yang lolos seleksi berasal dari rentang usia 19 hingga 60 tahun.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Komunikasi Publik Chico Hakim, mengatakan program Padat Karya merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk membuka ruang kerja yang inklusif.

"Melalui Padat Karya DLH, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung memberikan kesempatan kerja kepada warga dari berbagai usia, termasuk mereka yang sudah berusia di atas 40 dan 60 tahun. Di samping memperoleh penghasilan untuk menopang kebutuhan keluarga, peserta juga ikut serta menjaga lingkungan Jakarta," ujar Chico Hakim dalam keterangan, Jumat (6/11/2026).

Ia mengatakan program ini memberikan kesempatan bagi warga untuk memperoleh penghasilan harian sekaligus berkontribusi dalam pengelolaan sampah di Ibu Kota.

"Sejumlah peserta yang lolos seleksi kini mulai bertugas di berbagai lokasi. Mereka ditempatkan sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup maupun helper di RDF Plant Rorotan," katanya.

Kesempatan kerja ini diterima warga dari Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, hingga Jakarta Selatan. Salah satu peserta, Yeti Puspita (43), warga Pesing, Jakarta Barat, bekerja sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat. Ibu rumah tangga yang memiliki dua anak itu mengaku pekerjaan tersebut membantunya menambah penghasilan keluarga sekaligus mempelajari pengelolaan sampah.

Program Padat Karya DLH DKI Jakarta membuka kesempatan kerja bagi warga dari berbagai kelompok usia. Peserta yang lolos seleksi berusia 19 hingga 60 tahun. (dok Pemprov DKI)DLH DKI membuka 264 lowongan kerja program padat karya penanganan sampah untuk periode November-Desember 2026. Pendaftaran dibuka pada 23-25 Oktober 2026 (dok Pemprov DKI)

Ada pula Syafiq Albar (19), warga Duren Sawit, Jakarta Timur. Lulusan SMK tersebut bertugas sebagai helper di RDF Plant Rorotan. Dia mengaku penghasilan yang diterima lebih besar dari perkiraannya. Sebagian penghasilannya bahkan akan diberikan kepada orang tua.

Peserta lainnya, Testo Gumilar (60), warga Cibubur, Jakarta Timur, juga berhasil lolos seleksi. Testo yang aktif di Bank Sampah Asri Berseri RW 11 itu akan bertugas sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.

Dia sempat merasa ragu karena melihat banyak peserta yang lebih muda. Namun, Testo akhirnya mendapat kesempatan bekerja tanpa melihat faktor usia.

Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan program Padat Karya mempertemukan kebutuhan masyarakat akan kesempatan kerja dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan.

"Selain memperoleh penghasilan, peserta diharapkan membawa pulang pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui DLH DKI membuka 264 lowongan kerja program padat karya penanganan sampah untuk periode November-Desember 2026. Pendaftaran dibuka pada 23-25 Oktober 2026.

Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan program padat karya diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan sampah di Ibu Kota.

"Program padat karya juga mendorong keterlibatan warga dalam penanganan sampah. Kami berharap program ini memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat upaya pengelolaan sampah di Jakarta," ujar Dudi, Sabtu (24/10).