Politik

PAM Jaya Masuk Daftar Pembayar Pajak Terbesar di Jakarta Pusat

PAM Jaya Masuk Daftar Pembayar Pajak Terbesar di Jakarta Pusat

JAKARTA – PAM Jaya masuk dalam daftar pembayar pajak terbesar di Jakarta Pusat. Penghargaan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Pusat tersebut diberikan dalam kegiatan Tax Gathering 2026 di Gedung AA Maramis, Kementerian Keuangan, Selasa (3/11/2026).

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pengingat bagi perusahaan untuk menjaga kepatuhan perpajakan di tengah upaya memperluas layanan air minum perpipaan di Jakarta. Menurut dia, pemenuhan kewajiban pajak merupakan salah satu tanggung jawab perusahaan.

“Bagi PAM Jaya, kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan merupakan bagian penting dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional,” kata Arief melalui keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Arief mengatakan, kontribusi perusahaan terhadap penerimaan negara tidak terlepas dari tanggung jawab PAM Jaya sebagai BUMD yang menjalankan pelayanan publik. Perusahaan harus menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas layanan, keberlanjutan usaha, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Saat ini, PAM Jaya tengah memperkuat infrastruktur dan memperluas cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta. Perusahaan juga berupaya meningkatkan profesionalisme dan tata kelola agar transformasi bisnis berjalan berkelanjutan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan dan transformasi PAM Jaya dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi masyarakat dan negara,” ujar Arief.

Menurut Arief, keberhasilan PAM Jaya tidak hanya diukur dari kemampuan meningkatkan kualitas layanan air minum, tetapi juga kontribusinya terhadap pembangunan.

“Karena itu, kami akan terus menjaga kepatuhan, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat integritas dalam setiap proses bisnis perusahaan,” kata Arief.