Jika sebelumnya kami berada pada posisi tangan di bawah, kini saatnya belajar mengulurkan tangan dan menjadi tangan di atas
Surabaya (ANTARA) - Sentra Permata Keluarga YBM BRILiaN Regional Office (RO) Surabaya menggelar khitanan massal bagi 30 anak di Masjid Baitus Salam, Griya Kebonagung II, Kebonagung, Minggu, sebagai bentuk kepedulian setelah tiga tahun menjalani program pemberdayaan.
“Selama tiga tahun kami mendapatkan banyak dukungan, pendampingan, pembinaan, dan kesempatan untuk bertumbuh melalui program Sentra Permata Keluarga YBM BRILiaN," ujar Penanggung Jawab Kegiatan sekaligus Fasilitator Sentra Permata Keluarga Ayu Rahayu.
Ayu mengatakan pihaknya menyadari bahwa berbagai kebaikan yang telah diterima bukan untuk berhenti pada diri sendiri, tetapi perlu diteruskan kepada orang lain.
"Jika sebelumnya kami berada pada posisi tangan di bawah, kini saatnya belajar mengulurkan tangan dan menjadi tangan di atas,” katanya.
Ayu mengatakan khitanan massal tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ungkapan terima kasih atas pendampingan dan pembinaan yang diterima keluarga besar Sentra Permata Keluarga selama mengikuti program pemberdayaan YBM BRILiaN.
Kegiatan bertema "Berbagi Kebahagiaan, Menebar Kepedulian" itu juga menjadi momentum berakhirnya masa keikutsertaan mereka dalam program atau memasuki fase exit program pada November 2026.
Meski pendampingan berakhir, para penerima manfaat berupaya melanjutkan semangat kemandirian dengan mengambil peran untuk membantu masyarakat. Mereka yang sebelumnya menerima bantuan kini mulai berbagi manfaat dengan sesama.
Menurut Ayu, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan fasilitas khitan kepada anak-anak, tetapi juga membawa pesan tentang rasa syukur, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Khitanan massal itu terselenggara berkat dukungan pendanaan dari YBM BRILiaN RO Surabaya, kontribusi anggota Sentra Permata Keluarga, serta partisipasi masyarakat sekitar.
Sebanyak 30 anak menerima layanan khitan dari tenaga medis, paket perlengkapan khitan, serta uang saku. Kegiatan tersebut juga melibatkan Masjid Baitus Salam sebagai mitra penyelenggara.
Kolaborasi itu menjadi bentuk sinergi antara komunitas, lembaga, dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.